Contact Us :    (0511) 3256404      (0511) 3256400

  • :
  • :
Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan
Banner

 Informasi Terbaru

Sosialisasi dan update data harus terus menerus

 

Sosialisasi pemilu maupun pilkada harus terus menerus dilakukan secara maksimal. Jika pendanaan terbatas, perlu upaya bagaimana menyiasati agar sosialisasi tetap bisa terlakasana, sehingga partisipasi politik masyarakat terus meningkat.

Demikian komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Prov Kalsel Dr Hj Masyithah Umar MHum mengatakan hal itu pada Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Semester 1 Tahun 2016 bersama KPU kabupaten/kota se-Kalsel, Selasa (30/8) di Aula KPU Kalsel.

Menurut Masyithah, KPU harus terus melakukan sosialisasi, karena masyarakat kita masih memerlukan informasi dan penjelasan bahkan rayuan untuk ikut memilih atau berpartisipasi politik dalam pemilu dan pilkada. Demikian halnya pula dengan update data pemilih, akan menggiring pada tingkat partisipasi pemilih.

Komisioner lainnya Nurkholis Majid MPd menekankan, sebagai institusi publik, KPU harus terus memberi ruang bagi publik untuk mempergunakan hak pilih mereka. “Partisipasi masyarakat merupakan hak mereka, guna memilih pemimpin, yaitu dengan terdaftarnya mereka sebagai pemilih,”katanya.

Mereka, lanjut Majid, tidak akan bisa berpartisipasi dalam proses pemilihan manakala tidak terdaftar, padahal menjadi tugas kita memberi jaminan terpenuhinya hak mereka untuk memilih. Jadi, mereka jangan sampai tidak terdaftar.

Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi Kalimantan Selatan, Dr Samahuddin mengatakan, partisipasi pemilih di Indonesia masuk kategori partisipasi yang cukup tinggi, dan kita sebagai penyelenggara pemilu harus mempersiapkan infrastruktur terkait kelengkapan peralatan pemilihan tersebut. (mk)

Sosialisasi dan update data harus terus menerus!

Sosialisasi pemilu maupun pilkada harus terus menerus dilakukan secara maksimal. Jika pendanaan terbatas, perlu upaya bagaimana menyiasati agar sosialisasi tetap bisa terlakasana, sehingga partisipasi politik masyarakat terus meningkat.

Demikian komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Prov Kalsel Dr Hj Masyithah Umar MHum mengatakan hal itu pada Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Semester 1 Tahun 2016 bersama KPU kabupaten/kota se-Kalsel, Selasa (30/8) di Aula KPU Kalsel.

Menurut Masyithah, KPU harus terus melakukan sosialisasi, karena masyarakat kita masih memerlukan informasi dan penjelasan bahkan rayuan untuk ikut memilih atau berpartisipasi politik dalam pemilu dan pilkada. Demikian halnya pula dengan update data pemilih, akan menggiring pada tingkat partisipasi pemilih.

Komisioner lainnya Nurkholis Majid MPd menekankan, sebagai institusi publik, KPU harus terus memberi ruang bagi publik untuk mempergunakan hak pilih mereka. “Partisipasi masyarakat merupakan hak mereka, guna memilih pemimpin, yaitu dengan terdaftarnya mereka sebagai pemilih,”katanya.

Mereka, lanjut Majid, tidak akan bisa berpartisipasi dalam proses pemilihan manakala tidak terdaftar, padahal menjadi tugas kita memberi jaminan terpenuhinya hak mereka untuk memilih. Jadi, mereka jangan sampai tidak terdaftar.

Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi Kalimantan Selatan, Dr Samahuddin mengatakan, partisipasi pemilih di Indonesia masuk kategori partisipasi yang cukup tinggi, dan kita sebagai penyelenggara pemilu harus mempersiapkan infrastruktur terkait kelengkapan peralatan pemilihan tersebut. (mk)

  Baca Lengkap...

Pelantikan Kepala Bagian baru KPU Prov Kalsel

Sekretaris KPU Prov Kalsel melantik Kepala Bagian baru Suwarno sebagai Kepala Bagian Teknis, Hukum dan Hupmas KPU Prov Kalsel pada 4 Agustus 2016.

  Baca Lengkap...

KALSEL SIAP GELAR PILKADA SERENTAK 2017

Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan, Dr Samahuddin SIP Msi bersama salah seorang komisioner, H Hairansyah SH MH menyatakan bahwa Kalimantan Selatan sudah sangat siap menggelar Pilkada Serentak 2017. Hal itu  disampaikan saat Pertemuan dengan Tim Kunker Komisi II DPR RI yang dipimpin Riza Patria pada hari Selasa (2/8) di Ruang H Aberani Sulaiman Kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru. Dia menjelaskan, pada 2017, ada dua kabupaten yang akan menyelenggarakan pemilihan, yaitu Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Hulu Sungai Utara.

Guna memantapkan persiapan penyelenggaraan tersebut KPU Provinsi telah melakukan pertemuan dengan Bupati  Barito Kuala dan KPU Kabupaten Barito Kuala, dan serta dengan Bupati Hulu Sungai Utara  dan KPU Kabupaten Hulu Sungai Utara. Bupati Barito Kuala dan Bupati Hulu Sungai Utara telah memastikan kesiapannya khususnya dalam dukungan anggaran untuk pelaksanaan penyelenggaraan Pilkada serentak Tahun 2017. Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah atau NPHD untuk Pilkada pun telah ditanda tangani. Penandatanganan NPHD untuk Pilkada Kabupaten Barito Kuala pada tanggal 28 April 2016 dan Penandatanganan NPHD Pilkada Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tanggal 18 Mei 2016.

  Baca Lengkap...

Tahapan Pemilu dan Orientasi Penegakan Hukum

KPU Prov Kalsel melakukan sosialisasi (3/8/2016) tentang Tahapan Pemilu dan Orientasi Penegakan Hukum kepada pelajar guna memberikan pemahaman kepada peserta mengenai Tahapan Pemilu dan Pemilukada dan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bagaimana memanfaatkan peluang partisipasi bagaimana memanfaatkan peluang partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya Tahapan Pemilu/Pemilukada. Peserta berasal dari Mahasiswa dan pelajar serta Organisasi Kemasyarakatan.

  Baca Lengkap...

Pendidikan Pemilih untuk Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Pemilih

Guna merespons semangat kaula muda untuk ikut memilih serta meningkatkan kuantitas dan kualitas sekaligus meninggikan partisipasi masyarakat, khususnya kaum mudapada setiap pemilihan umum, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan Fasilitasi Pendidikan Pemilih. Peserta sebanyak 30 orang, mereka adalah siswa SMA dan guru PKN, pramuka, fungsionaris BKOW, dan mahasiswa selama dua hari.

Metode penyampaian materi tidak melulu ceramah dan slide, tetapi juga dengan bermain dan partisipasi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan, DrSamahuddin SIP MSi mengatakan, melalui fasilitasi ini, pihaknya ingin memperkenalkan kepada peserta agar mengetahui bagaimana pemilu dan proses atau tahapannya, siapa penyelenggaranya, prinsip dasarpemilu, dan partisipasi pemilih. “Lebih dari itu kita perkenalkan, apa itu demokrasi dan pemerintahan yang demokratis,” kata Samahuddin saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut, Rabu (3/8).

Tidak ada demokrasi tanpa pemilu, akan tetapi, katanya, demokrasi bukanlah tujuan, melainkan sarana mencapai tujuan. Kalau demokrasi menjadi tujuan, maka itu akan menjadi seperti ajaran Niccolo Macchiavelli, menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan. “Tujuan sebenarnya pemilu adalah untuk menciptakan walfare state, negara kesejahteraan,” Imbuhnya.

Berikutnya, kata Samahuddin, pihaknya ingin memperkenalkan apa itu pilpres dan pilkada. “Kita berharap partisipasi pemilih, khususnya dari para guru, siswa, dan mahasiswa pada setiap pemilihan terus meninggi. Bila ikut atau berpartisipasi dalam pemilihan berarti berpartisipasi dalam politik,” ujarnya.

Tingkat partisipasi yang rendah, sambungnya, akan membahayakan kehidupan berdemokrasi dan juga bernegara dan pemerintahan.

  Baca Lengkap...